“Kau sudah menemukan yang hilang itu? Mungkin di saku kemejamu, mungkin yang hilang itu aku”, kata lelaki itu memandang tetap dalam wajah aku, ketawa bergurau.
Hari ini, ceritanya kayak gini.
Dalam dalam aku, jujur.
Ada yang hilang.
Sesuatu yang beberapa waktu lalu berasa nyata sekali, tapi sekarang cuma samar-samar.
Belakangan ini memimpikan hal yang sama, seperti cerita bersambung atau setidaknya terasa sama. Rasanya asa benar-benar terbumbung tinggi naik ke langit ke tujuh, tidak ingin jatuh lagi dan menapak bumi.
Ketika terbangun, aku cuma bisa sedih, karena rasa itu berbekas sementara ingatan tidak.
Ah aku berharap malam ini.. jika ia adalah milikku.
Kau hilang, untuk kembali. Kan?
P/S: walau aku tahu realitinya, tidak
